Trik Untuk Layar CRT

MENGHADAPI BEBERAPA PROBLEM PADA LAYAR CRT
.


Kali ini saya membahas mengenai beberapa macam masalah / kerusakan yang ada hubungannya dengan layar crt.


SHORT KATODA DENGAN FILAMENT/HEATER

Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.

Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29" maupun 20".






ALTERNATIF SCREEN SUPPLY

Screen alternatif adalah cara untuk menggantikan fungsi dari screen FBT yang tidak normal kurang terang/bright atau tak dapat di atur lagi karena sudah di lem secara permanen,ini biasa terjadi pada merek polytron,digitec,samsung dll.
Secara default ,G2 (Screen) mengambil tegangan tinggi searah yang dihasilkan dari FBT bersama dengan tegangan fokus.Keduanya diatur secara internal oleh resisitor dan potensio internal untuk membagi besaran tegangan yang sesuai untuk Focus dan Screen.G2 memerlukan besar tegangan antara 500-100VoltDC,tergantung dari karakteristik CRT.
Untuk dapat menghasilkan tegangan pengganti sebesar ini ,kita dapat mengambil dari titik collector Transistor Horisontal out,karena pada titik ini terdapat tegangan hasil osilasi antara TR dan Lilitan FBT yang cukup besar ( sekitar 1600v ACp-p).karena besaran arus untuk G2 adalah relatif kecil ( hanya dalam ukuran mA),maka aman bagi kita untuk sedikit mengambil arus dan tegangan dari sini.Pun metoda ini juga memang diterapkan oleh SONY yang menggunakan CRT TRINITRON.
Gunakan dioda tegangan tinggi ( disarankan dioda kacang).untuk meratakan tegangan ini.Resistor 100 ohm adalah semata sebagai pembatas juga fuse untuk menghindari terjadinya short pada rangkaian.resistor dan potensiometer pembagi adalah relatif ukurannya,tapi harus dalam batasan ukuran Mega ohm,anda dapat mengganti nilai disini untuk mendapatkan hasil tegangan yg diinginkan.Dulu cara ini banyak saya terapkan pada TV digitec , polytron dan beberapa monitor.
Rangkaian ini sangat mudah di buat dan dapat bekerja dengan baik.




CRT RESTORER
Rangkaian CRT RESTORER disini berguna untuk menghilangkan kebocoran yang terjadi antara katoda-katoda RGB terhadap Grid G1.Jika ini terjadi maka salah satu atau lebih warna akan terlihat lebih dominan terhadap yg lain,dan warna yg lain terlihat sangat lemah/redup,dapat anda ukur /bandingkan tegangan ketiga warna primer tersebut pada posisi TV menyala;yaitu warna yang redup akan terukur lebih rendah terhadap warna yg lain.
Ini di akibatkan adanya partikel-partikel sangat kecil ( microscoptical dust) yg menghambat laju electron dari ketiga Electron Gun CRT.
Cara kerja rangkaian ini adalah memberikan tegangan tinggi negatif sesaat kepada katoda RGB terhadap grid1.proses ini men-sarat kan kondisi CRT masih panas setelah heater diaktifkan sebelumnya agar loncatan electron menjadi mudah.
Konfigurasi rangkaian ini adalah menggunakan saklar DPDT 4 posisi yang harus di modifikasi dahulu menjadi saklar tekan ( tidak mengunci) dengan maksud:

Perhatikan susunan skemanya..



"sudah di revisi"


Pada saat saklar tidak di tekan,dioda penyearah mengisi elco 2,2uF/350v,katoda dan G1 menuju ke bagian rangkaian Vu meter.Dan tegangan dari trafo 1amp langsung menuju ke heater untuk memanaskan .
Ketika saat saklar di tekan, Elco akan terlepas dari jalur dioda dan akan menghabiskan isinya ke kaki G1 sementara kaki katoda menuju jalur negatif 300V.(memberi tegangan sesaat yang tersimpan dalam elco),sementara itu tegangan heater dari trafo akan otomatis terputus (open).penting untuk diingat bahwa selama proses pengisian tegangan ke katoda ,tegangan heater harus putus.
Pembuatan alat ini harus diletakan pada box plastik agar menghindari terkena setrum,gunakan kaki-kaki soket RGB bekas untuk membuat soket "tusukan" sebanyak 4 buah ,jangan gunakan kabel yg terlalukecil,untuk membuat pegangan tusukan,gunakan plastik sedotan dari air minum mineral ( aqua),potong sepanjang 3cm,masukan kabel-kabelnya kedalam sedotan yg telah dipotong dan selanjutnya solderkan ke kaki bekas soket RGB,dorong kembali kaki soket RGB kedalam sedotan dengan maksud sebagai isolator sekaligus pegangan.
Cara penggunaannya :
1.Masukan dua buah kabel colokan heater
2.Masukan colokan G1 ke pin G1 di CRT .
3.Masukan kaki colokan KATODA ke salah satu kaki CRT yang di duga lemah/rusak
4.Nyalakan alat ini dan tunggu hingga heater menyala untuk memanaskan dahulu
5.Tekan saklar DPDT,sekilas anda perhatikan ada loncatan api di dalam CRT,no problem ,itu adalah proses pembersihan kaki-kaki katoda,ulangi terus sampai tak ada lagi bunga api yg terlihat.
6.Lakukan lagi terhadap katoda warna lain yg dianggap bermasalah, dan jangan di coba menekan saklar pada katoda yg masih normal.dibolehkan apabila di duga kurang normal.
7.kalau masih belum menunjukan kisaran meter ukur yang normal, naikan lagi tegangan heater dgn saklar pemilih ( 6V-7,5v atau 9V) untuk lebih memanaskan heater,harus di coba pada posisi tegangan terendah dulu ,baru kemudian naikan tegangannya.
Sebagai patokan seberapa besar simpangan meter yg normal,dapat anda coba/bandingkan pada crt yg masih bagus untuk diukur tanpa melakukan penge-charge-an.Tandai levelnya.

Meskipun saya sangat suka melakukan perbaikan crt yang sudah gelap dengan alat ini.Tapi tidak di anjurkan bagi para pemula,karena resiko terkena setrum dan putusnya heater adalah bisa saja terjadi.Rangkaian di atas adalah orsinil buatan ZICworkshop .
Selamat mencoba dan anda akan tahu sendiri hasilnya.
Jika pada saat anda bekerja dengan alat ini dan tak berhasil??? ..tenang saja..saya kira CRT tersebut memang sudah tidak bisa di restore.
Saya sarankan untuk selalu mencoba dan gunakan sebagai guru yang paling baik..



Semoga Tips ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.

sumber : http://zicelectronic.blogspot.com



Power Supply Trafo Step Down

Power Supply CT Sederhana








Power Supply CT 3 Fasa Sederhana







Alternatif Power Supply non CT 3 fasa







Power Supply Non CT Sederhana




Power Supply CT Stabilizer IC











Power Supply CT Stabilizer Tr











Power Supply Transmitter FM










Semoga Power Supply ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.

Trik Saat Repair Bagian Power Suply TV

Berikut adalah beberapa trik atau cara yang selalu kami lakukan saat memperbaiki bagian power suply televisi yang rusak.
  • Lepas dulu transistor horisontal-out. Karena kami sering melakukan repair pcb tanpa dipasang CRT, maka hal ini bertujuan untuk mencegah agar flyback tidak nyembur ketika nanti power suply sudah OK.
  • Memasang lampu 100w secara seri pada jalur ac input. Biasa lampu kami sambung pada dudukan fuse (fuse holder) dan fuse sementara kami lepas. Tujuannya agar kalau masih ada masalah tidak sampai merusak transistor power atau ic power suply. Dengan cara ini PTC-degaussing kami lepas sementara, karena dapat mengganggu.
  • Melakukan cek secara visual, untuk mencari kemungkinan solderan retak atau ada elko yang mengembung.
  • Memeriksa dengan volt-meter untuk memastikan apakah elko besar sudah tidak menyimpan muatan. Kadang elko besar masih menyimpan muatan sehingga saat dilakukan pengukuran dengan ohm metar dapat menyebabkan avo-meter rusak atau ada loncatan api sehingga komponen power suply tambah rusak.
  • Melakukan cek elko-elko dengan ESR meter pada sirkit bagian primer maupun sekunder untuk mencari elko yang rusak.
  • Kadang elko besar masih selalu menyimpan muatan setiap kali mencoba power suply dihidupkan. Maka kami pasang resistor 20K/2W yang disolder langsung pada kedua ujung elko besar dengan tujuan agar muatan dibuang sendiri secara otomatis oleh resistor ini.
  • Memeriksa dengan ohm meter, mungkin ada bagian yang short pada jalur 300v (bagian primer) dan jalur B+ (bagian sekunder). Caranya posisi ohm-meter 1x. Tempelkan probe merah pada ground (negatip) dan probe hitam jalur positip. Normal jarum avo tidak menyimpang jika tidak ada yang short
 
Untuk memastikan bahwa bagian power suply sudah OK, maka kami lakukan cara sebagai berikut.
  • Lepas lampu serial 100W dan pasang kembali fuse.
  • Pasang lampu 100W pada jalur B+ dengan ground sebagai beban
  • Kalau power suply sudah normal, maka lampu akan nyala terang dan tegangan B+ diukur normal.
  • Ada beberapa tipe power suply yang tidak mau bekerja jika langsung dibebani lampu. Untuk ini maka hidupkan power suply terlebih dahulu dan lampu sebagai beban baru dipasang kemudian.
 
Power suply dengan tegangan stand-by rendah.
  • Ada beberapa tipe power suply dimana tegangan B+ sangat rendah pada posisi stand-by. Tegangan B+ baru normal jika power sudah “on”. Maka jangansampai terkecoh menyangka bahwa power suply rusak
  • Untuk memastikan bahwa powr suply sudah OK, maka kita dapat memaksa “ON” dengan contoh sebagai berikut
Misal Polytron dapat dipaksa “on” dengan cara menyedot solderan basis T505 (gbr dibawah)
clip_image002
Misal Sharp dapat dipaksa “on’ dengan men”short”kan basis-emitor Q755 (gbr dibawah)
image
 




Semoga Power Supply ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan JZ13OGV.





Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com










Membuat Switching Power Supply dari bekas Trafo TV

Power Supply dalam segala hal yang berbau elektronika sangat lah vital, karna tanpa Power Supplya maka perangkat elekronika tidak akan bisa bekerja, yang namanya Power Supply tentu tidak lepas dari Trafo (Transformer). Trafo itu sendiri ada berbagai macam, dilihat dari kegunaannya ada Trafo Step-Up, Trafo Step-Down, diliat dari segi fisiknya ada yang dari inti besi dan ada dari yang dari inti ferite, dll. untuk membuat trafo kita harus mengetahui rumusnya, namun disini saya tidak akan membahas mengenai rumus membuat trafo, melainkan saya akan membagikan pengalaman saya dalam memanfatkan Trafo Switching bekas TV untuk di pergunakan menjadi Power Supply yang bisa dimanfaatkan untuk Power Supply Audio Power OCL dan keperluan lain yang memerlukan Power Supply. Awalnya saya terinpirasi dari sebuah SPK aktive (kalau tidak salah mereknya Polytron) dan saya liat tidak menggunakan trafo besi, melainkan Switching model seperti TV dan Transformernnya juga sebesar Trafo Sewitching TV 21 Inch, dan jenis Power audionya OCL pakai Transistor 4 biji yaitu TIP3055/TIP2955 masing-masing 2 biji, dan speakernya 4 buah masing-masing 8 Inch.  Suara menggelaegar stabil, waktu musik berjalan saya coba ukur tegangan tetap mantap dan stabil. Kalau saya lihat pada SPK aktive model ini yang pakai Trafo besi stidaknya Trafo-nya sekitar 5A lebih mungkin 6-7A. Dibawah ini saya sempatkan jepret sebuah Amplifier yang menggunaka Switching Regulator, ini mirip dengan Rangkaian Power Supply Komputer, perhatikan gambarnya

Atas dasar pengalalaman itulah maka muncullah ide untuk memanfatkan Trafo Switching TV dan untuk men-drivernya saya gunakan Switcing Power Supply Modul atau yang lebih dikenal dengan GACUN yang banyak di jual di toko elektronika dengan harga berpariasi skitar Rp. 22.500 sampai Rp. 25.000. Oke, kita lanjut saja. Lihat saja Sekemanya dibawah ini. Ada dua macam skema yang pertama tanpa rangkain Optocoupler dan yang kedua memakai rangkaian Optoupler
Skematik dibawah ini adalah rangakaian Power Supply dengan memanfaatkan Trafo Switching bekas TV namum rangkaian Optocuplernya tidak digunakan, rangkaian ini sudah saya gunakan dan sering saya pasang pada Power Audio OCL, kadang juga saya rangkai untuk mengganti Trafo Besi pada SPK aktive jika Trafonya rusak atau terbakar. Hasilnya sama dengan menggunakan trafo biasa 5A, makanya saya sekarang ga pernah beli Trafo besi. Jika ingin mendapatkan Arus yang besar tentu mempergunakan Trafo Switcing yang besar dan kawat email yang besar atau terdiri dari kawat email kecil yang di gandeng dilillit bareng. Bagi shobat yang ingin mencoba silah kan di ikuti tahap-tahap nya.
Skematik dibawah ini juga rangkaian Power supply dengan memanfaatkan Trafo Switching bekas TV, namun rangkaian ini menggunakan Optocoupler sehingga tegangan lebih mantap dan stabil, tidak mengikuti tegangan input yang naik turun, rankaian ini juga akan protect jika tegangan ouput mengalami short.
Keterangan:
Lilitan Primer adalah 110 lilit dan dibagi jadi dua bagian yaitu:
P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm
P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm
Lilitan Sekunder
S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm 
S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm
Cara membuat lilitan
Yang perlu mendapat perhatian dalam melilit ulang adalah lilitan searah jarum jam dan dililit serapi mungkin dan jangan sampai ada yang short. Cara membuat lilitannya adalah sebagai berikut:

  1. Buka koker ferite nya dan lilitan aslinya
  2. Buat lilitan baru, dimulai dengan lilitan Primer, P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm. Solderlah kawat pada tab yang tersedia dan mulailah melilit sampai itungan yang ke 55 kemudian solderlah ujung penghabisan pada tab yang ada. ingat dan tandai ujung awal liltan tadi, karna ujung itulah nanti yang akan disambungkan langsung ke positive 220v - 300v
  3. Dilanjutkan membuat liltan Skunder yang pertama, S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm. Liltan sekunder ini untuk mendapatkan tegangan ganda (24v - CT - 24v). Caranya: solderkan ujung kawat pada tab yang ada kemudian buat lilitan sebanyak 12 lilit kemudian solderlkanlah pada tab yang ada (tab ini adalah untuk CT/Centre Tab). kemudian lanjutkan 12 lilitan lagi. Bisa jugan dengan melilit dua buah kawat bareng 12 lilit kemudian ujung akhir kawat pertama di hubungkan dengan ujung awal kawat kedua pertemuan ini dinamakan CT (centre tab)
  4. Selanjutnya kita buat lilitan skunder yang kedua, S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm. Lilitan ini untuk mendapatkan tegangan 110 untuk rangkaian optocoupler jika akan menggunakannya, tapi jika tidak menggunakan rangkaian optocoupler maka lilitan ini ditiadakan saja
  5. Membuat lilitan untuk rangkaian tambahan, misalnya 12v untuk fan, 15-ct-15 untuk tone control, dll. cara melilit sama tapi gunakanlah kawat halus saja karna arus yang dibutuhkan kecil saja, jadi menggunakan kawat 0.2 saja sudah memadai. Jumlah lilitan nya adalah: 12volt liltannya sebanya 6 lilit. dan utuk rangkaian tone control biasanya dilengkapi dengan IC Regulator 7815 dan 7915 maka tegannya kita buat saja 18v-ct-18v. Untuk mendapatkan tegangan 18v-ct-18v langkanya sama dengan langkah no 3 tapi jumlah lilitannya 9 lilit Tab
  6. Setelah dirasa cukup dan selesai membuat lilitan Skunder nya, maka ditutup dengan liltan Primer yang kedua (P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm). Caranya: Solderlah ujung kawat yang mau dililit pada tab akhir liltan Primer yang pertama tadi, kemudian buat lilitan dengan rapi sebanyak 55 lilit dan solderlah ujungnya pada tab yan tersedia. tandai dan ingat bahwa ujung ini nantinya  aka disambungkan ke rangkaian Switching Power Supply Modul pada kabel warna merah
  7. Setiap mendapat satu lapis lilitan, jangan lupa di beri isolasi, atau isolasi yang lama bisa di gunakan lagi.
Selesai dah membuat lilitannya... gampang kan...??!!
Nah... setelah diliat rangkaiannya, dan baca keterangannya sederhana saja kan??? cukup dibuat pakai PCB bolong aja bisa. Hanya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran juga kehati-hatian.
Nih gambar rangkaian jadinya. Ini saya gunakan Trafo Switching TV 29 merek Cina. Rangakaian Penyerarah bagian outputnya tidak saya gabung, karna ini saya pasang untuk OCL 300watt yang langsung ada rangkaian dioda penyearah dan Elconya.
Dibawah ini adalah gambar Switching Power Supply Module, atau dikalangan teknisi sering disebut GACUN. yang di perlukan untuk Membuat Switching Power Supply  dari bekas Trafo TV
Gambar dibawah ini adalah koker ferite yang sudah saya dibuka dan lilitan aslinya juga udah di buka
Gambar dibawah ini menunjukkan selesai membuat lilitan Primer pertama (P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm)
Selesai dah tinggal pasang kembali Ferite nya...
Cara melepas Ferite
Sobat yang berhagian tentu mengalami kesulitan dalam melepas Ferite nya bukan...?? sama saya juga awalnya gitu, tapi setelah saya temukan tip dan triknya mudah sekali melepas Ferite tersebut ga sampai lima menit..Nih tak kasih ilmunya tapi jangan bilang bilang ya... klu ada yang tanya suruh aja kesini... heheh... Gini caranya: rebus air sampai mendidih kemudian masukkan trafo yang mau dilepas Feritenya kedalam air panas menggelegak tersebut, tunggu beberapa saat kira kira 1  menit, kemudaian ambil trafo menggunakan tang penjepit, jangan tunggu sampai dingin, justru masih dalam kadaan panas inilah kita mudah melepas feritenya karna parekatnya meleleh. Gunakan alat bantu tang dan obeng tipis untuk menarik ferit. Semoga berhasil…

Tabel Kawat Email dan Kemampuannya
 Semoga Power Supply ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.




Sumber :  http://starservicego.blogspot.com

TV SERVICE MODE

SAMSUNG 

  • Untuk masuk servis mode,Tv posis off dengan remote tekan : Mute-1-8-2-Power.


DIGITEC / POLYTRON
  1. TV dalam posisi Standby.
  2. Tekan tombol menu pada remote control sampai tv menyala.
  3. Masukkan password 1013/1014.
  4. Pilih menu yang akan diganti, menggunakan tombol Ch+ / Ch-.
  5. Untuk mengganti item terpilih gunakan tombol Vol+ / Vol- atau tombol anasel untuk tv versi baru.
  6. Tombol menu untuk menyimpan perubahan. 
SONY
  1. Tv kondisi standby.
  2. Tekan DISPLAY > 5 > VOL+ > PWR.
  3. Tekan MUTE kemudian enter untuk menyimpan.
  4. Tekan PWR untuk keluar servis mode
CHANGHONG
  1. Volume tv posisi minimal.
  2. Tekan dan tahan "mute" pada remote.
  3. Tekan "menu" pada tv,maka pada layar muncul logo setting (S).
Jika tv terkunci/child lock :
  • Tekan menu sampai masuk posisi system lalu tekan tombol help atau ? Sampai masuk ke parental guide.
  • Masukan kode 6688 melalui remote rubah/matikan parental guide ke posisi off 

AIWA
Bongkar remot aslinya, tekan tombol kosong di atas tombol VolUp.


AKARI
Tekan Sleep di remot tahan >> tekan Menu di panel TV.


AKIRA
Tekan tombol AV di remote >> tekan Menu >> tekan QuickView >> tekan Mute. Pindah menu dengan Timer, mengubah nilai dengan VolUp/VolDown.


CRYSTAL
TV pada posisi standby, Tekan VolUp ditahan >> tekan VolDown, keduanya ditahan hingga TV hidup sendiri.


HITACHI
hitachi/hitachi_fujian: Matikan tv dengan tombol power panel, tekan tombol AV di panel ditahan >> hidupkan TV dengan tombol power TV, tombol AV masih ditahan hingga tv menyala sendiri.


JVC
Tekan OSD/Display ditahan >> tekan Picture (VSM standard).
alternatif1: Tekan OSD/Display/Info ditahan >> tekan Mute.
alternatif2: Tekan OSD/Display/Info ditahan >> tekan Cinema/Game.


LG
goldstar: Secara bersama-sama tekan Menu + VolUp + VolDown + ChDown pada panel TV.
flatron: Tekan OK di remot ditahan >> tekan OK di panel TV, keduanya ditahan kira-kira 5 detik.
alternatif: Tekan Menu di remot, tekan menu diremot lagi ditahan >> tekan Menu di panel TV, keduanya ditahan kira-kira 5 detik.


PANASONIC
TX series: Taruh volume pada posisi minimal, taruh sleep pada 30 menit >> Tekan display ditahan >> tekan VolDown pada panel. Keluar servis menu tekan Normal di remot.


alternatif1: Taruh volume pada posisi minimal, taruh sleep pada 30 menit >> Tekan Display >> tekan display lagi ditahan >> tekan VolDown di panel. Tekan Normal di remot untuk keluar mode servis. tombol 1 dan 2 memilih halaman/grup settingan, 3 dan 4 memilih item, VolUp/Down mengubah nilai.


alternatif2: Short/konekkan sesaat pin FA1 ke FA2 atau TP8 ke ground.


PHILIPS
Tekan VolUp ditahan >> tekan ChDown. Keluar tombol StandBy/Power.
alternatif: TV pada posisi standby, tekan secara berurutan 0 >> 6 >> 2 >> 5 >> 9 >> Menu di remot.


POLYTRON/DIGITEC
TV dalam posisi standby, Tekan Menu di remot tahan hingga muncul konfirmasi password, untuk masuk ke service mode isikan 1013, untuk factory mode isikan 1014. Menyimpan dengan tombol Menu di remot.


RCA/SABA/THOMSON
Tv keadaan mati, Tekan tombol VT(tombol biru) diremot ditahan >> hidupkan tv pakai tombol power panel. catatan: untuk beberapa model, tekan tombol VT sekali lagi.


SAMSUNG
zoom_vision: TV keadaan standby, tekan berurutan di remot, P.STD >> Help >> Sleep >>Power.
plano: TV keadaan standby, tekan berurutan di remot, Display >> Menu >> Mute >>Power.
alternatif_1: TV keadaan standby, tekan berurutan di remot, Menu >> P.STD >> Mute >>Power.
alternatif_2: TV keadaan standby, tekan berurutan di remot, Mute >> 1 >> 8 >> 2 >> Power.


SANYO
alternatif: Tekan Menu diremote ditahan >> tekan VolUp di panel TV.
dynamic: Tekan Menu di panel TV, ditahan, tekan angka 1 diremot (thx. Aisy).


SHARP
expression: Hubungkan dua jumper di dekat tuner (pcb di bawah jumper dilubangi).
wonder_universe: Hubungkan sesaat dua jumper (J122 - J124).
alternatif: Matikan TV pakai tombol panel, tekan bersama-sama VolDown + ChUp pada panel, sambil ditahan hidupkan TV pakai tombol power panel.


SONY
Matikan TV dengan remot, tekan berurutan di remot, OSD/Display >> 5 >> VolDown >> Power.
alternatif: Matikan TV dengan panel tv, tekan VolUp bersama-sama dengan ChUp, hidupkan TV dengan tombol panel, tahan hingga menyala.


TCL
Tekan Display diremot ditahan >> tekan VolDown di TV, keduanya ditahan kira-kira 3 detik.


TOSHIBA
Tekan Mute diremot, muncul tanda mute dilayar, tekan Mute lagi, ditahan >> tekan Menu di TV


Semoga Service Mode ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.




Sumber :  http://2kang-service.blogspot.com

DATA PIN-OUT MODUL SONY 2


Revisi 00  - Sept 2010























Semoga Data TV ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.




Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com

DATA PIN-OUT IC VERTIKAL

DATA-DATA PIN-OUT UTAMA IC VERTIKAL OUTPUT


Catatan :

  • Vin=Vertikal input(non-inverted), Vout=Vertikal output, Vfb=Vertikal feedback(inverted inpput)
  • Vcc untuk pump-up dapat dilacak melalui diode pum-up dan elko pump up
  • Vfb = atau untuk Vin2
  • Gnd = atau untuk Vcc (-)
=======================================================================================================
  • AN5521      Vin=4, Vout=2, Vcc=7, Gnd=1, Vfb=
  • AN5522      Vin=7, Vout=5, Vcc=2, Gnd=4, Vfb=1
  • AN5539      Vin= 4, Vout=2, Vcc=6, Gnd=1, Vfb=5
  • AN15525    Vin=7, Vout=5, Vcc=2, Gnd=4, Vfb=1

  • LA7832     Vin=4, Vout+2, Vcc=6, Gnd=1, Vfb=5
  • LA7835     Vin=2, Vout=11, Vcc1=1, Vcc2=7,
  • LA7837     Vin=2, Vout=12, Vcc1=1, Vcc2=8, Gnd=11, Vfb=7
  • LA7838     = LA7837
  • LA7840     Vin=4, Vout=2, Vcc=6, Gnd=1, Vfb=5
  • LA7841     = LA7840
  • LA7845     = LA7840
  • LA7846     Vin=5, Vout=3, Vcc=7, Gnd=2, Vfb=6
  • LA7848     VinA=5, VinB=6, Vout=3, Vcc(+)=7, Vcc(-)=2
  • LA7876     VinA=5, VinB=6 Vcc(+)=7, Vcc(-)=2

  • STV9302    = lihat AN5522
  • STV9379    = lIHAT AN5522


  • TA8403       Vin=4, Vout=2, Vcc=6, Vcc=6,
  • TA8445       Vin=2, Vout=11, Vcc1=1(9v), Vcc2=7(26v), Gnd=10, 50/60=

  • TDA1771     Vin=3, Vout=1, Vcc=9. Gnd=5
  • TDA4865     Vin=6, Vout=5, Vcc=1, Gnd=4, Vfb=2
  • TDA8175     Vin=7, Vout=5, Vcc=2, Vfb=1
  • TDA3653     Vin1=1, Vin2=3, Vcc1=9, Vcc2=6, Vou=5, Gnd=4
  • TDA8350     VinA=1, VinB=2, VoutA=10, VoutB= , Vcc1=3, Vcc2=9, Ewin=12, Ewout=11
  • TDA8351     = lihat tda8357
  • TDA8356     = lihat TDA8357
  • TDA8357     VinA=1, VinB=2, VoutA=7, VoutB=4, Vcc1=3(12v), Vcc2=6(45v), Gnd=5
  • TDA8358     VinA=1, VinB=2, Vcc1=3(12v), Vcc2=9(25v), VoutA=4, VoutB=10, Gnd=6.7, Ewin=5, Ewout=8
  • TDA9302     = lihat LA78040





Semoga Data TV ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.




Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com

DATA TRANSISTOR DEFLEKSI HORISONTAL

 Revisi 00  - Sept 2010


TOSHIBA dan PERSAMAAN
2SD868      2SD2599     1500V    2.5A      50W
2SD869      2SD2599     1400V    3.5A      50W
2SD870      2SD2499     1500V    5A         50W
2SD871      2SD2459     1500V    6A         50W
2SD1425    2SD2599     1500V    2.5A      80W
2SD1426    2SD2599     1500V    3.5A      80W
2SD1427    2SD2499     1500V    5A         80W
2SD1428    2SD2539     1500V    6A         80W
2SD1553    2SD2599     1500V    2.5A      40W
2SD1554    2SD2599     1500V    3.5A      40W
2SD1555    2SD2499     1500V    5A         50W
2SD1556    2SD2539     1500V    6A         50W
2SD2089    2SD2599     1500V    3.5A      40W
2SD2095    2SD2586     1500V    5A         50W
2SD2125    2SD2539     1500V    6A         50W
2SD2253    2SD2638     1700V    6A         50W
2SD2348    2SC5280     1500V    8A         50W
2SD2349    2SC5280     1500V    10A       50W
2SD2428    2SD2553     1700V    8A         200W
2SD2454    2SD2638     1700V    7A         50W


SANYO
2SD2578       1500V     8A       60W      25 inch
2SD2580       1500V     10A     70W      34 inch
2SD1876       1500V     3A       50W      21 inch
2SD1877       1500V     4A       50W      21 inch
2SD1878       1500V     5A       60W      21 inch
2SD1879       1500V     6A       60W      25 inch
2SD1880       1500V     8A       70W      29 inch
2SD1881       1500V     10A     70W      34 inch


PHILIPS
Bu 2506D    1500V    3A        14/21 inch
Bu 2508D    1500V    4.5A     25 inch
Bu 2520D    1500V    6A        29 inch



Semoga Data TV ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.




Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com

DATA PIN-OUT MODUL TOSHIBA

IF modul MCVM31E / 33A (27 pin)
1. Gnd IF           10. SIF-out              19. Gnd (Dig)               26. R-out
2. IF-in              12. TV-R                  20. SCL (IF)                 27. Vcc 8V (sound)
4. Vcc IF (9v)     14. TV-L                  21. SDA (IF)
5. RF AGC-out    15. ADR SW             22. Woofer-out
6. AFC-out         16. R-in                   24. L-out
7. Video-out      18. L-in                    25. Gnd


IF modul MVCS45 /45D /45F (27 pin)
1. Gnd IF              9.  SCL(2)                   16. R-in                 26. R-out
2. IF-in                10. SDA(2)                   18. L-in                 27. Vcc 8V (sound)
4. Vcc IF (9v)       11. Vcc 5v (sound)       19. Gnd (dig)
5. RF AGC-out      12. TV-R                     20. SCL(1) IF
6. AFC-out           13. ADR SEL1               21. SDA(1) IF
7. Video-out        14. TV-L                      24. L-out
8. Vcc 5v (IF)       15. ADR SEL2               25. Gnd



IF modul MVUS34 (27 pin)
1. Gnd IF             8. ADR SW               16. R-in                  24. L-out
2. IF-in                9. MPX-out              18. L-in                  25. Gnd
4. Vcc IF (9v)       12. TV-R                  19. Gnd (dig)          26. R-out
5. RF AGC-out     13. DAC-out 1           20. SCL                   27. Vcc 8V (sound)
6. AFC-out           14. TV-L                  21. SDA
7. Video-out        15. DAC-out 2          22. Woofer-out


IF modul MVUS35B (27 pin)
1. Gnd IF            9.  MPX-out              16. R-in                 25. Gnd
2. IF-in              10. SDA                     18. L-in                 26. R-out
4. Vcc IF (9v)     11. ADR SEL              19. Gnd (dig)         27. Vcc 8V (sound)
5. RF AGC-out    12. TV-R                   20. SCL(1) IF
6. AFC-out         13. DAC-out 1           21. SDA(1) IF
7. Video-out      14. TV-L                   22. Woofer-out
8. IF AGC          15. DAC-out 2           24. L-out


IF modul MVCM13 (11pin)
1. IF-in                 5. AGC-out                9. AFT-out
2. Gnd                  6. Video-out             10. Sw1
3. Vcc (5v)           7. Gnd                      11. Sw2
4. Gnd                 8. Audio-out


Tuner-IF modul EGA22LW (22 pin)
1. AGC-in (tuner)   7. Vcc 5v (tuner)      14. Gnd                19. Sw1
2. (VT)                  9. Vcc 32Vv (tuner)   15. Vcc 5v (IF)      20. Sw0
3. ADR                  11. IF out (tuner)      16. Video-out        21. Sound IF-ou
4. SCL (tuner)       12. Gnd                     17. AGC-out          22. Audio-out
5. SDA (tuner)       13. IF-in                    18. AFT-out


Tuner-IF modul TL-EL95 (18 pin)
1. AGC-in (tuner)      7. Vcc 5v (tuner)       16. AFT-out
2. (VT)                     9. Vcc 32Vv (tuner)    17. RF AGC-out
3. ADR                     13. Vcc 9v                  18. Video-out
4. SCL (tuner)          14. MPX-out
5. SDA (tuner)          15. Gnd


Semoga Data TV ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.



Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com

DATA PIN-OUT MODUL TUNER-IF SONY

Revisi 00 - Agustus 2010


Sony IF modul IFD-380A
1. RF AGC 8. Audio out
2. IF in 9. Audio in
3. Vcc 10. TV audio out
6. AFT out 12. Video out
7. Vol kontrol


Sony tuner-IF modul BTF-FA401
Blok tuner    1. 9v                          4. clock
                     2. 30v                        5. data
                     3. 5v                          6. enable


Blok IF        1. RF AGC-filter          8. audio-in
                    3. 9v                            9. audio-out
                    4. AFT-out                  10. TV audio-out
                    7. Vol-kontrol             11. Mute
                    8. Audio-out               12. Video-out


Sony tuner-IF BTF-XA401
Blok tuner    2. AGC                       6. 5v
                    3. 12v                         7. clock
                    4. IF-out                     8. data
                    5. 30v                         9. enable


Blok IF        1. RF AGC                9. Mute
                    2. IF-in                     10. MPX audio-out
                    3. Vcc                       11. Video-out
                    6. AFT-out               12. Video-out


Sony tuner UV916H
1. AGC                 6. data
2. 12v                   7. Gnd
3.                          8. IF-out
4. 5v                     9. IF out
5. clock


Sony IF modul IFH383
1. Gnd                 11. 9v
2. IF-in                12. 5v
3. IF-in                13. mono
4. Gnd                 14. Sound IF
5. clock               15. Sound FMI-out
6. data                 16. Gnd
7. AGC                17. Sound FM2-out
8. H pulse            18. TV ID
9. Gnd                 19. BG/DK
10. Video-out      20. AFT-out


Sony modul BTF-LA402
1. 9v               7. RF AGC-filter         13. Vol-kontrol
2. 30v             8. IF-out                      14. Audio-out
3. 5v               9. 9v                            15. Audio-in
4. clock          10. AFT-out                 16. TV audio-out
5. data            11. NC                         17. Mute
6. enable         12. NC                         18. Video-out


Sony BTF-WA404
1. 9v                     8. IF-out               15. NC                  22. Mono
2. 30v                   9. 9v                     16. NC                  23.
3. 5v                     10. AFT-out         17. Video-out        24. Mute
4. clock                11. NC                  18. Video-out        25.
5. data                  12. Gnd                19. Stereo led        26. Audio-out R
6. enable              13. NC                  20. SAP led           27. Audio-out L
7. RF AGC-out    14. NC                   21. Mode


Sony modul BTF-WA421
1. 9v                    7. RF AGC-filter    13. Video-out         19. Mute
2. 30v                   8.                          14. Stereo led          20. NC
3. 5v                     9. 9v                     15. SAP led            21. Audio-out R
4. data                 10. AFT-out           16. Mode                22. Audio-out L
5. clock               11. Gnd                 17. Mono
6. Gnd                 12. Video-out        18. NC





Semoga Data TV ini bermanfaat untuk rekan WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.


Sumber :  http://marsonotv.blogspot.com

MENGENAL & MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA 2


5. TRANSISTOR

Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium yang disatukan. Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu 0,6 volt.

Transistor memiliki 3 kaki yaitu :

• EMITOR (E)
• BASIS (B)
• COLECTOR (C)

Jenis transistor ada 2 yaitu :

1. Transistor PNP (anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan)
2. Transistor NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan)

Contoh transistor : C 828, FCS 9014, FCS 9013, TIP 32, TIP 31, C5149, C5129, C5804, BU2520DF, BU2507DX, dll




Simbol di rangkaian : "Q", simbol gambarnya dibawah ini :

Menentukan Kaki Transistor

Menentukan Kaki Basis

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100.
Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C.
Bila probe merah / hitam => kaki A dan probe lainnya => 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS.

Menentukan Kaki Colector NPN

Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K.
Bila probe merah => kaki B dan probe hitam => kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR.
Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah emitor.

Mengukur Transistor Dengan Multitester

Batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100

• TRANSISTOR PNP






• TRANSISTOR NPN






• TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER



Semoga Elektronika Dasar ini bermanfaat untuk rekan  WawasanElektronika semua & sukses terus rekan semua.

Sumber :  http://materi.progress-elektro.com